Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Daerah Rawan Gempa

Sumber gempa bumi adalah aktivitas vulkanik dan zona patahan aktif (sesar aktif). Oleh karena itu daerah-daerah rawan gempa terdapat pada daerah sekitar gunung api dan pada daerah-daerah sekitar zona patahan aktif (sesar aktif).
Banyak patahan yang terdapat di seluruh litosfer dan terletak pada sudut-sudut yang berbeda dan sebagian tidak mencapai permukaan. Sebagian besar patahan merupakan patahan tua dan tidak aktif serta tidak terjadi
lagi pergerakan selama jutaan tahun. Sebagian besar pergerakan terjadi di sepanjang patahan, di temukan pada atau dekat batas lempeng, tempat tekanan terbentuk. Ada beberapa macam patahan dilihat dari arah pergerakannya, yaitu patahan turun, patahan naik dan patahan saling bergesekan.
Oleh karena Indonesia terletak di sekitar zona subduksi, maka hampir di seluruh propinsi terdapat patahan. Berikut adalah peta persebaran daerah rawan gempa.
Wilayah Jawa Barat juga memiliki sejumlah patahan darat yang aktif sehingga relatif rawan gempa akibat adanya aktivitas pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Patahan di Jawa Barat sebagian sudah diberi nama dan sebagia belum diberi nama. Patahan di Jawa Barat yang telah diberi nama antara lain patahan Cimandiri yang membentang dari Pelabuhan Ratu Sukabumi sampai ke Cianjur, kemudian patahan Baribis di wilayah Majalengka dan Kuningan; dan patahan Lembang yang berada di kawasan Lembang Bandung.
Sedangkan patahan yang belum diberi nama adalah patahanyang ada di Kabupaten Garut dan wilayah Bandung bagian selatan atau kawasan Patuha serta patahan yang terdapat di Tasikmalaya. Patahan-patahan tersebut semuanya masih aktif.

       Artikel Terkait :


Mitigasi Bencana

      Gempa bumi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi kejadiannya. Agar tidak terlalu memakan banyak korban perlu persiapan terorganisir yang melibatkan berbagai instansi, lembaga atau kelompok masyarakat. Secara umum persiapan tersebut mencakup hal-hal berikut:
• Pendidikan tentang gempa bumi kepada masyarakat
• Pelatihan penyalamatan diri pada saat gempa bumi
• Membuat peta daerah-daerah rawan gempa bumi
• Membuat perencanaan penanganan bencana gempa bumi
• Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhandasar (air, jamban, makanan, pertolongan pertama).
• Perencanaan penempatan pemukiman di daerah rawan gempa bumi
• Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
• Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama
• Pembangunan fasilitas umum dengan standar konstruksi tahan gempa
• Sosialisasi tentang konstruksi rumah tahan gempa
       Pada saat gempa bumi terjadi seringkali terjadi kepanikan pada semua orang. Keadaan panik pada dasarnya wajar terjadi pada tiap orang, namun bila berlebihan justru akan memperparah dampak bencana. Dalam keaadaan panik yang berlebihan seseorang dapat melakukan hal-hal nekat yang membahayakan diri dan orang lain. Salah satu upaya untuk mengatasi rasa panik tersebut adalah dengan cara latihan atau simulasi. kegiatan tersebut dinilai banyak membantu karena di dalam sesi latihannya akan diberikan berbagai cara penyelamatan diri dari bencana gempa bumi. Ada beberapa cara penyelamatan diri yang biasanya disosialisasikan berbagai pihak, antara lain sebagai berikut.
1) Di dalam bangungan
• Mencari tempat perlindungan yang kokoh misalkan meja
• Menunggu sampai guncangan berhenti dan aman untuk bergerak
• Menjauhi benda-benda yang terbuat dari kaca, kompor, perapian, benda-benda yang mungkin jatuh
• Siaga dengan alat penerangan senter untuk berjaga jika terjadi gempa malam hari
2) Di luar bangunan dan di tengah keramaian
• Menenangkan diri dan meminta yang lain untuk tenang
• Mencari tempat terbuka yang jauh dari bangunan, jaringan listrik dan pepohanan
3) Di pegunungan
• Cari tempat yang jauh dari lereng atau jurang yang rapuh.
• Waspada dengan batu atau tanah longsor yang mungkin runtuh
4) Di pantai
• Segera ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai
• Minta orang lain melakukan hal yang sama dan tidak perlu menunggun peringatan tsunami
5) Saat mengembudi
• Berhenti jika aman dan tetap diam di dalam mobil
• Menjauhi jembatan atau terowongan
• Keluar dari jalur lalu lintas
• Tempatkan mobil pada daerah terbuka

      
       Artikel Terkait :


Tanda-Tanda Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan gejala alam yang sampai sekarang masih sulit untuk diperkirakan kedatangannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa gejala alam ini sifatnya seolah-olah mendadak dan tidak teratur. Namun para ilmuwan terus menerus mengembangkan teknik prediksi terjadinya gempa. Cara yang ditempuh ilmuwan tentu menggunakan metode ilmiah. Berikut adalah dasar prediksi ilmiah yang digunakan saat ini.
  • Pengetahuan tentang zona seismic dan daerah beresiko yang dipelajari lewat studi dampak historis dan lempeng tektonik.
  • Memonitor aktifitas seismikdengan menggunakan seismogram dan instrument lain
  • Menggunakan observasi ilmiah
  • Memonitor tingkat seismik global.
Selain melalui metode ilmiah, gempa bumi juga seringkali diprediksi dengan menggunakan cara-cara tradisional. Masyarakat menyebutnya sebagai tanda-tanda terjadi gempa. Ada tiga tanda yang umumnya dijadikan patokan masyarakat, yaitu
  • Terdapat goyangan- goyangan halus terhadap bangunan-bangunan
  • Binatang dan burung-burung menunjukan gejala yang tidak normal misalnya gelisah
  • Air sumur keruh dan berbau tidak enak.
Gempa bumi memang menjadi perhatian banyak orang. Dalam hal prediksi pun demikian. Ada di antaranya pendapat mengenai tanda-tanda gempa bumi yang masih kontroversial. Pendapat tersebut dikemukakan oleh seorang pensiunan ahli kimia di Kalifornia, Zhonghao Shou. Menurutnya gempa bumi dapat juga diketahui tanda-tandanya melalui fenomena awan. Ada jenis awan tertentu yang merupakan pertanda akan terjadinya gempa. Shou berpendapat bahwa tekanan dan gesekan dari tanah dapat menguapkan air jauh sebelum gempa bumi terjadi, dan awan yang terbentuk akibat mekanisme ini memiliki bentuk yang amat berbeda dengan awan-awan pada umumnya. Shou mengungkapkan, dari 36 awan yang diteliti, 29 terbukti menjadi awal pertanda gempa. Prediksinya yang paling terkenal adalah ketika dia mengamati awan mengarah ke Barat Laut. Pendapat ini masih bersifat kontroversial. Namun sebagian ilmuwan sangat menyarankan untuk meneliti lebih lanjut studi yang dilakukan oleh Zhonghao Shou.

        Artikel Terkait :


Proses Terjadinya Gempa

Gempa bumi terjadi pada retakan dalam kerak bumi yang disebut patahan. Patahan terbentuk karena batuan rapuh dan pecah yang disebabkan oleh tekanan besar (meregang, menekan, atau memilin) yang mendesaknya. Tekanan yang timbul di daerah kerak ini disebabkan oleh pergerakan perlahan-lahan lempeng bumi.
Gempa bumi terjadi ketika tekanan telah semakin meningkat di daerah batuan sampai pada tingkat tertentu
sehingga terjadi pergerakan mendadak. Pergerakan mendadak ini dapat menciptakan patahan baru ketika batuan pecah pada titik terlemah, atau pergerakan menyebabkan batuan tergelincir di sepanjang patahan yang ada. Ketika ini terjadi, sejumlah besar energi dilepaskan bersamaan dengan dilepasnya tekanan.
Energi yang dilepaskan menyebabkan batuan di sekitarnya bergetar, sehingga terjadi gempa bumi. Titik di mana batuan menggelincir atau pecah untuk pertama kalinya, sehingga menyebabkan gempa bumi disebut fokus. Tempat di permukaan bumi yang berada tepat di atas fokus disebut episentrum.
Gempa bumi dapat di klasifikasikan berdasarkan kedalaman fokusnya,faktor penyebab dan kekuatan gelombang atau getarannya.
1) Berdasarkan Kedalaman Fokus
    Dilihat dari kedalaman pusatnya (fokus), gempa bumi dibedakan menjadi tiga, yaitu:
    a) Gempa Dangkal
       Gempa dangkal terjadi pada kedalaman sekita 100 km dari permukaan bumi. Gempa jenis ini      seringkali    menimbulkan kerusakan besar.
   b) Gempa Pertengahan
       Gempa pertengahan terjadi pada kedalaman antara 100-300 km di bawah permukaan bumi. Gempa ini dapat menimbulkan kerusakan ringan dengan getaran lebih terasa dibandingkan dengan gempa dalam.
   c) Gempa Dalam
      Gempa jenis ini terjadi pada kedalaman sekitar 300 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini tidak terlalu membahayakan, tetapi getarannya masih dapat di rasakan di permukaan bumi.
2) Berdasarkan Faktor Penyebab
     a) Gempa Tektonis
        Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh proses tektonik yaitu gerakan litosfer yang disebut lempeng.
    b) Gempa Vulkanis
        Gempa vulkanis adalah gempa yang di sebabkan oleh adanya letusan atau retakan yang terjadi di dalam struktur gunung berapi. Gempa vulkanis terjadi karena magma atau batuan yang meleleh menerobos ke atas kerak bumi. Gempa vulkanis sangat terasa di daerah sekitar gunung berapi, tetapi pengaruhnya tidak terasa pada jarak yang cukup jauh.
    c) Gempa Runtuhan ( Terban )
       Gempa runtuhan ( Terban ) adalah gempa yang di sebabkan oleh runtuhnya masa batuan atau tanah. Misalnya runtuhnya lorong tambang dan lorong sebuah gua kapur yang runtuh dan mengakibatkan sehingga mengakibatkan getaran yang kuat.
3) Berdasarkan Kekuatan Gelombang
    a) Gempa Akibat Gelombang Primer
        Gelombang primer atau gelombang longitudinal adalah gelombang atau getaran yang merambat di dalam bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik, getaran ini berasal dari fokus (pusat gempa).
    b) Gempa Bumi Akibat Gelombang Sekunder
       Gelombang sekunder atau transversal adalah gelombang yang merambat dengan kecepatan antara 4-7 km/detik. Gelombang ini berasal dari fokus. Gelombang jenis ini tidak dapat melalui lapisan air.
    c) Gempa Bumi Akibat Gelombang Panjang
        Gelombang yang merambat melalui permukaan bumi dengan kecepatan 3-4 km/detik.Gelombang inilah yang mengakibatkan kerusakan di permukaan bumi karena gelombang ini berasal dari fokus.
4) Berdasarkan Bentuk Episentrumnya
    a) Gempa Linear
       Gempa Linear adalah gempa yang episentrumnya berbentuk garis (linear). Gempa tektonik umumnya jenis gempa linear sebab patahansudah tentu merupakan suatu garis.
    b) Gempa Sentral
        Gempa sentral adalah gempa yang episentrumnya berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok ini karena episentrumnya berupa titik.

       Artikel Terkait :