Tampilkan postingan dengan label Situs Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs Sejarah. Tampilkan semua postingan

Situs Makam Kuno Nangka Beurit


    Situs Nangka Beurit merupakan makam kuno Raden Aria Wangsa Goparana, yaitu seorang penyebar agama islam di daerah Subang, Purwakarta, dan Karawang. Situs Makam Kuno Nangka Beurit  terletak di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Secara geografis makam ini berada pada ketinggian 454 m dari permukaan laut.dan berada pada posisi 06º 38’ 02,3” LS dan 107º 37’ 32,7” BT. Lokasi Situs Nangka Beurit bisa di tempuh dari arah Subang melalui jalan raya arah jalan Cagak, dari Purwakarta melalui jalan arah Wanayasa, dan dari Bandung melalui jalan arah Jalancagak untuk selanjutnya menuju arah Sagalaherang. 

Image result for situs nangka beurit
Gerbang masuk ke situs makam kuno nagka beurit

        Sesampainya di pintu makam akan ditemukan papan bertuliskan undang undang no.05/1992 pasal 26 dari Dinas Purbakala Kab. Subang Jawa Barat.yang isinya berupa perlindungan terhadap situs purbakala/cagar budaya. Jika datang dengan tujuan Wisata Ziarah kita bisa menemui Juru Kunci makam. Tanah makam situs ini adalah merupakan milik Tanah Desa Sagalaherang bukan tanah wakap pewaris. Sedangkan luas makan sekitar 500 M2 dan di sekitar makam kuno terdapat pemakaman umum  penduduk kampung setempat. Namun sejak tahun 1982 pemakaman peduduk di tempat ini tidak diperbolehkan. Pemugaran makam dilakukan pada 25 Maret 1984 dan di resmikan 27 Mei 1984. Sumber dana perawatan selama ini berasal dari para pengunjung yang datang, bukan berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. 

Image result for situs nangka beurit
Makam Kuno Nangka Beurit

        Makam ini ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah sekitar Subang dan juga dari sekitar Jabodetabek. Untuk kunjungan paling ramai biasanya bulan Maulud dan menjelang bulan Ramadhan. Keberadaan dari situs makam kuno ini membawa dampak kemajuan ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan menjual berbagai macam souvenir dan makanan. 


Artikel Lainnya

***********
Jasa Pembuatan Taman untuk Pekarangan Rumah dan Villa
Info selengkapnya silahkan KLIK gambar di bawah 


Situs Nangka Beurit : Makam Dalem Aria Wangsa Goparana


       Situs Nangka Beurit merupakan Makam Dalem Aria Wangsa Goparana terletak di Blok Karang Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang kabupaten Subang.

      Dalem Aria Wangsa Goparana merupakan putera Sunan Wanaperi, raja kerajaan Talaga. Di Talaga, Arya Wangsa Goparana merupakan orang pertama yang memeluk Islam. Ketika itu ia mendapat pelajaran dari Sunan Gunungjati. Pada tahun 1530 ia mengadakan perjalanan ke arah barat dalam rangka menyebarkan agama Islam. Wilayah yang diislamkannya meliputi Subang, Pagaden, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi, dan Limbangan. 
   Ketika itu kawasan ini merupakan wilayah kerajaan Sumedang Larang. Arya Wangsa Goparana menurunkan lima orang putera yaitu Entol Wangsa Goparana, Wiratanudatar, Yudanegara, Cakradiparana, dan Yudamanggala. Putera Arya Wangsa Goparana ini kemudian menyebar ke daerah Limbangan, Cijegang (Cikalongkulon), Cikundul dan tempat-tempat lain. Di tempat yang baru, keturunan Arya Wangsa Goparana banyak yang menjadi orang penting seperti bupati dan ulama besar.

Sejarah Sagalaherang

Sagalaherang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Subang Jawa Barat yang terletak di sebelah utara Kota Subang persisnya di kaki Gunung Burangrang atau Gunung Tangkuban Perahu. Sagalaherang merupakan tempat kelahiranku, memiliki sejarah penting, salah satunya merupakan pusat penyebaran agama islam untuk daerah Pantura dan Priangan Tengah (jaman dahulu). Salah Satu bukti bahwa Sagalaherang merupakan pusat penyebaran agama islam yaitu adanya sebuah situs makam kuno Nangka Beurit. Makam ini merupakan tempat persemayaman Raden Aria Wangsa Goparana tokoh penyebar agama islam di Kabupaten Subang. Sedangkan Raden Aria Wangsa Goparana itu sendiri adalah putra dari Raja Talaga (Majalengka), yaitu putra Sunan Wanaperih.

Menurut salah satu sumber mengatakan nama Sagalaherang konon berasal saat dilahirkannya salah satu putera Raden Aria Wangsa Goparana yaitu Raden Jayasasana (Raden Aria Wiratanudatar/ Dalem Cikundul). Untuk menyambut kelahiran putra Raden Aria Wiratanudatar waktu itu seluruh warga menyalakan obor dimana-mana tanda rasa gembira sehingga seluruh wilayah tersebut menjadi terang benderang, yang akhirnya daerah tersebut dinamai Sagalaherang (Bahasa Sunda yang berarti terang dimana-mana).

Menurut sumber lain mengatakan,  ketika itu atas petunjuk Sultan Cirebon (Sunan Gunung Jati) guru  Raden Aria Wangsa Goparana, beliau  mengembara  dalam rangka menyebarluaskan agama islam. Dalam perjalanannya beliau menemukan sebuah tempat yang indah dan bersih, disana terdapat sebuah telaga (sagara = bahasa sunda) yang airnya sangat jernih (herang = bahasa sunda). Oleh Raden Aria Wangsa Goparana air tersebut dijadikan tempat wudhu untuk shalat. Di tempat ini Raden Aria Wangsa Goparana membangun perkampungan sebagai pusat penyebaran agama islam dan menamai tempat ini dengan nama Sagaraherang. Nama Sagaraherang kemudian mengalami perubahan vokal menjadi Sagalaherang. Selama kurang lebih 20 tahun Raden Aria Wangsa Goparana bermula dari membangun sebuah perkampungan hingga akhirnya menjadi sebuah Pemerintahan (Dalem) sambil mendirikan beberapa pesantren untuk mempermudah penyebaran agama islam di sekitar Subang dan Pantura.

Penjelasan di atas mengenai Sejarah Sagalaherang hanya salah satu versi yang penulis bisa  ungkapkan. Ternyata banyak versi yang menjelaskan tentang sejarah sagalaherang. Lalu versi mana yang benar?


    Artikel Lainnya :

  • Raden Aria Wangsa Goparana
  • Raden Aria Wiratanudatar
  • Situs Makam Kuno Nangka Beurit